Tampilkan postingan dengan label agenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agenda. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Mei 2015

PAPER DISKUSI BERTEMA “SUMBER KESADARAN MANUSIA”


OLEH: RISCY ZHUNI TISA ALYA
     Persoalan kesadaran merupakan persoalan yang paling menarik untuk di kaji dalam berbagai disiplin ilmu, karena kesadaran adalah hal yang sangat penting dalam memahami esensi manusia. Kesadaran berasal dari bahasa latin conscio yang berasal dari kata cum yang berarti with and scio yang berarti “know”. Dalam bahasa Latin conscio bermakna berbagi pengetahuan dengan orang lain atau diri sendiri. Kata consciud dan consciusness pertama kali muncul pada awal abad 17 yang kemudian secara berurutan diikuti oleh munculnya istilah self-conscious and self-consciousness.
Secara terminologi, zeman memberikan definisi kesadaran dalam 3 kategori:

1.      Kesadaran sebagai kondisi terjaga yaitu kesadaran yang dimiliki oleh seorang saat bangun dan kemampuanya untuk memehami, berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Yakni berupa ekspresi perilaku.
2.      Kesadaran sebagai pengalaman yaitu isidari pengalaman dari satu kondisi ke keadaan yang lain. Kesadaran kedua ini lebih ke dalam daripada yang pertama.
3.      Kesadaran sebagai pikiran yaitu kondisi mental dengan konten proporsional, seperti percaya, harapan, rasa takut, berniat, berharap dan keinginan.

Menurut Imam Al-Ghazali, kesadaran manusia bersumber dari hati manusia. Meskipun demikian, hati ini sesungguhnya tidak benar-benar merupakan sumber yang paling asal, karena menurutnya hati adalah laksana cermin, al-qalb ka al-mir’ah. Jadi, hati hanya memantulkan sesuatu yang ada di depannya. Lebih jauh, Al-Ghazali menggambarkan bahwa jika mempunyai cermin, dan cermin itu bersih dan berkualitas tinggi, kemudian meletakkan sebuah benda didepannya, maka di dalam cermin itu akan terdapat gambar dari benda tersebut. Gambar yang ada di cermin itulah sesungguhnya kesadaran manusia atau ilmu yang dimiliki dari manusia.
Di sisi lain, Al-Ghazali mengatakan bahwa sumber kesadaran yang hakiki adalah dari Al-Haqq atau Allah, namun juva tidak menafikan adanya kesadaran-kesadaran lainyang diserap oleh hati manusia yang bukan berasal dari pancaran Al-Haqq namun dari sumber-sumber lain. Sumber kesadaran dimaksud kemungkinan berasal dari Malaikat, mungkin juga dari Iblis atau syaithan. Bahkan ada juga yang berasal dari hasil ilmu pengetahuan yang diperoleh oleh seseorang sebelum dia melakukan atau menangkap sebuah objek.
Lebih jauh Al-Ghazali menyatakan, ketika hati atau self seseorang itu bersih, kemudian menghiasi hati dengan amal-amal shaleh dan ketakwaan, maka hati yang demikian itu merupakan hati yang terbuka dan terhubung langsung dengan alam malakut atau alam para Malaikat. Sebaliknya, jika hati seseorang yang tidak bersih, bahkan senantiasa terbuka langsung dengan kesadaran yang berasal dari syaithan. Firman Allah yang artinya:
     
“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”(Q.S.Al-Syams 7-10)
Dari keterangan ayat di atas dapat diperoleh gambaranbahwa sesungguhnya diri manusia biasa berada di antara kesadaran pada tingkatan self beyond ego. Kesadaran self beyond ego tersebut bisa bersumber dari Malaikat, bisa juga merupakan inspirasi yang dibisikan oleh iblis.
Imam Al-Ghazali juga menjelaskan bahwa self atau hati manusia memiliki kemampuan untuk menjangkau hal-hal yang bersifat fisik maupun hal-hal yang metafisik. Mengenai pengetahuan yang bersifat fisik semakin insten seseorang mengasah dan melatih pikirannya, maka semakin bagus kemampuan orang itu dalam mengetahui hal-hal fisik atau relaistis yang berada di dalam alam empiris. Sedangkan pengetahuan mengenai alam batin atau metafisik, maka seseorang dapat mencapainya melalui proses suluk, mujahadah, riyadhah, serta pembersihan dan penyucian terhadap hati atau self-nya.


Referensi: buku “INTEGRASION OF SUFISME AND TRANSPERSONAL PSYCHOLOGY” Oleh Bp. Abdul Muhaya, TASAWUF & PSIKOTERAPI Roinalrois.blogspot.com.

Rabu, 15 April 2015

ANALISIS MIMPI





 ANALISIS MIMPI
By : Susi Kurniati


Pernah bermimpi? Sudah pasti pernah ya. Banyak perbincangan yang dikaitkan dengan mimpi, mulai dari pembahasan ilmiah sampai tentang primbon dalam mengartikannya. Meskipun fenomena sehari-hari, mimpi tetap misteri buat kita. Apakah Kamu juga merasa demikian? Ingin tahu misteri di balik mimpi kita? Nah, kali ini akan kita bicarakan tentang bagaimana analisa mimpi
Berbicara tentang mimpi memang menarik. Mimpi itu misterius, berwajah tanggung dan ambigu. Wujudnya kadang kabur dan melompat-lompat, namun ada juga yang teratur dan punya alur. Ketidakjelasan inilah yang membuat mimpi selalu menarik untuk dikaji.
Apa yang kita lihat atau alami di mimpi, juga mendatangkan reaksi yang berbeda-beda. Ada yang tersugesti untuk meyakininya sebagai kebenaran, ada juga yang menganggapnya seperti lampu-lampu hias teman tidur.
Bagi yang meyakini kebenarannya juga punya reaksi berbeda. Sebagian langsung merasakan emosi sebagai dampaknya, misalnya senang dan berbunga-bunga atau sedih dan gundah gulana. Sebagian yang lain menghubungkannya dengan kebenaran di masa lalu atau untuk meramalkan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang.
Sejak beratus-ratus tahun yang lalu nenek moyang kita bermimpi seperti halnya kita bermimpi pada saat ini dan sebagian dari mereka menganggap bahwa mimpi adalah sesuatu yang memiliki arti penting dan menganggapnya punya nilai, mereka menjadikan mimpi sebagai alat untuk meramal masa depan dan mencari isyarat atau petanda dalam mimpinya tersebut. Bagi masyarakat yunani tidak boleh ada tindakan apapun yang dilakukan tanpa ada petunjuk dari penafsir mimpi. Penafsiran berarti menemukan makna-makna tersembunyi dari mimpi tersebut.
Tafsir mimpi juga dilakukan oleh Nabi Ya’qub AS. sebagai nabi yang Juga menafsirkan mimpi sang anak yaitu nabi Yusuf AS. (QS. Yusuf 4-6) nabi Ya’qub memahami bahwa putranya Yusuf AS. Akan menjadi seorang nabi melalui tafsiran atas mimpi anaknya.
Menurit Ibnu Qutaibah mimpi ada dua yaitu Ar-Ru’ya dan Al-Hulm kedua kata ini sama-sama berarti mimpi yaitu merupakan sesuatu yang dilihat oleh orang yang sedang tidur. Lafal ar-ru’ya biasanya digunakan untuk untuk mengistilahkan mimpi yang baik dan indahsedangkan lafal al-hulm biasanya digunakan untuk mimpi yang buruk dan jahat. Menurut orang-orang arab (At-Turabatsyi) pemisahan lafal al-hulm dengan ar-ru’ya adalah untuk membedakan yang buruk dengan yang batil. Mimpi yang berasal dari Allah atau mimpi yang baik yang di istilahkan sebagai ar-ru’ya sedangkan lafal al-hulm dipakai untuk mimpi yang buruk yaitu mimpi yang berasal dari setan.

Mimpi Menurut Sigmund Freud
Mimpi merupakan ekspresi yang terdistorsi atau yang sebenarnya dari keinginan-keinginan yang tidak bisa di ungkapkan dalam keadaan terjaga. Misalnya seorang anak yang biasa di buli teman-temannya di sekolah dia bermimpi balas memukuli atau membunuh teman yang membulinya.
Freud seringkali mengidentifikasi mimpi sebagai hambatan aktivitas mental tak sadar dalam mengungkapkan sesuatu yang dipikirkan individu, beriringan dengan tindakan psikis yang salah, slip bicara (slips of the tongue), maupun lelucon.
Freud juga menjelaskan bahwa analisis mimpi perlu dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi pada pemimpi dalam kehidupan nyata. Terutama untuk peristiwa yang terjadi pada hari sebelumnya. Sebagian besar cerminan interpretasi mimpi berisi ketakutan, keinginan, dan emosi yang ada dalam pikiran bawah sadar.
Mimpi negatif dapat ditafsirkan sebagai peristiwa yang pemimpi berharap tidak akan terjadi. Misalnya saat kita bermimpi ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, itu berarti kita berharap bahwa orang yang kita sayangi tidak akan meninggalkan kita.
Freud percaya bahwa mimpi adalah manifestasi dari harapan yang muncul dari pikiran alam bawah sadar yang sulit diakses kedalam alam sadar karena didalamnya terdapat berbagai emosi, termasuk ketakutan terbesar dan keinginan-keinginan yang bahkan tidak disadari karena ditekan oleh individu tersebut. Hal ini bisa disebabkab karena norma-norma dalam komunitas yang melarangnya, ataupun karena situasi yang tidak memungkinkan impuls-impuls tersebut termanifestasi. Maka, impuls-impuls tersebut tersimpan dalam alam ketidaksadaran seseorang yang akhirnya suatu waktu muncul di alam mimpi. Sama juga dengan mimpi buruk, tapi kebalikannya. Dalam mimpi buruk yang muncul adalah hal-hal yang sama sekali tidak diharapkan terjadi dialam sadar.

Freud menggunakan mimpi sebagai salah satu metode untuk menangani gangguan psikologis kliennya, yang disebut Analisis mimpi. Metode Analisis Mimpi dapat digunakan untuk mengungkap pesan bawah sadar atau permasalahan terpendam, baik berupa hasrat, ketakutan, kekhawatiran, kemarahan yang tidak disadari karena ditekan oleh seseorang. Analisis mimpi ini dimaksudkan untuk memberi jalan untuk mempermudah analisis psikologis terhadap neurosis
Freudian teori juga menyatakan bahwa mimpi membawa pesan. Alam bawah sadar tidak berkomunikasi dengan kata-kata melainkan dengan simbol dan emosi melalui mimpi. Beberapa mimpi memiliki pesan dan penafsiran yang jelas jika dilihat dari pengalaman pribadi individu yang bermimpi. Mengenai hubungan mimpi dengan alam sadar, Freud berpendapat bahwa apapun yang ditawarkan oleh mimpi, individu mendapat materinya dari alam nyata.

Mimpi Dalam Pandangan Islam
Islam juga memiliki perhatian tersendiri terhadap mimpi. Bahkan dalam islam mimpi disebut sebagai salah satu dari tanda-tanda kenabian. Hal ini dikarenakan banyaknya tanda-tanda kenabian yang muncul melalui mimpi para Nabi.
Mimpi adalah suatu ungkapan yang dilihat seseorang ketika dalam keadaan tertidur.
Dalam pandangan islam mimpi terbagi menjadi 3 macam sebagaimana yang diriwayatkan oleh Auf bin malik dari Ibnu Majah bahwa rosulullah bersabda:
 “ ada tiga jenis mimpi : yang pertama adalah mimpi yang berupa tipu muslihat dan gangguan yang datangnya dari setan untuk membuat manusia bersedih dan gundah, yang kedua mimpi yang terjadi karena sesuatu yang menjadi pikiran seseorang dikala ia terjaga sehingga ia memimpikannya. Dan yang ketiga adalah mimpi yang merupakan salah satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian”
Dari hadist di atas mimpi terbagi dalam 3 golongan yaitu :
1.        Mimpi yang baik atau indah, yakni mimpi yang didalamnya tidak ada unsure yang dibenci si pemimpi, tetapi mengandung maslahat untuk agama dan dunianya.
2.        Mimpi yang disebut sebagai seauatu yang dari pikiran. Rosulullah, SAW menamakan mimpi ini sebagai sesuatu yang menjadi bahan pikiran ketika seseorang terlalu memikirkan sesuatu sehingga terbawa tidurnya lalu ia memimpikannya.
3.        Mimpi yang buruk yang membuat si pemimpi sedih dan gundah, inilah mimpi yang berasal dari setan.
Islam meletakkan kaidah –kaidah pada setiap sesuatu yang mengandung unsur kebaikan bagi para individu dan masyarakat, islam membenarkan pula apa yang di yakini freud dalam teori analisisnya meskipun tidak seluruh anggapannya benar. Misalnya ketika Freud seringkali mengkait-kaitkan simbolisme dalam mimpi sebagai organ atau aktivitas seksual seperti; sepatu, sandal, dataran, kebun serta bunga sebagai perlambang vagina, sementara dasi diartikan sebagai penis, dan bahan dasi (linen) adalah lambang milik wanita. Sedangkan baju dan seragam melambangkan ketelanjangan. Islam tidak membenarkan hal tersebut dan menganggap bahwa sebuah symbol bisa jadi memiliki arti yang berbeda yang memiliki maksud tertentu misalkan mimpinya Nabi Yusuf AS. Yusuf as berkata “Aku melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan, yang kulihat semuanya sujud padaku”. Yusuf melihat saudara-saudaranya dalam bentuk bintang-bintang dan melihat ayah dan bibinya sebagai matahari dan bulan, ini sudut pandang Yusuf. Tetapi, dilihat dari sudut pandang siapapun juga, perwujudan saudara-saudara sebagai bintang, dan ayah serta bibinya sebagai matahari dan bulan dikaitkan dengan harapan dan doa mereka.

Menafsirkan Mimpi
Nabi Muhammad SAW. Sering bertanya kepada para sahabat mengenai mimpi mereka. Kalau ada di antara sahabat yang bermimpi lalu di ceritakannya kepada Muhammad SAW. Lalu beliyau menafsirkan mimpi tersebut. Namun tidak setiap mimpi harus di tafsirkan dan tidak setiap orang bisa menafsirkan mimpi. Ada kaidah-kaidah yang harus dimiliki bagi orang menafsirkan mimpi yaitu
1.        Orang tersebut adalah orang yang alim, mahir, dan paham dengan ilmu tafsir mimpi.
2.        Ia harus menafsirkannya berdasarkan ilmu pengetahuan dan pemahaman yang baik.
3.        Hendaknya menyembunyikan aib orang yang bermimpi kepada orang lain.
4.        Orang yang menafsirkan mimpi haruslah orang yang memahami Al-quran dan Hadist cerdik, cekatan dan bertaqwa kepada Allah
5.        Apabila tidak mampu menfsirkannya hendaknya melimpahkannya kepada orang yang lebih tau.
Dengan demikian menafsirkan mimpi tanpa dasar ilmu merupakan sesuatu yang tidak boleh. Menurut Ibnu Al-Rabi orang alim akan berusaha menafsirkan mimpi seseorang atas dasar kebaikan selagi memungkinkan.  Orang bijak akan membimbing serta menolong orang tersebut menuju hal yang bermanfaat. Dan orang pintar merupakan orang yang mengetahui tafsir mimpi, ia akan mengajarkan sesuatu yang bermanfaat dari mimpi tersebut atau diam jika ia merasa ragu akan tafsir mimpinya.




Sabtu, 28 Maret 2015

Ushuluddin Berdzikir





Ushuluddin Berdzikir

Dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj HJM Tasawuf dan Psikoterapi adakan "Ushuluddin Berdzikir" di Laboratorium FU Bersama Dr. H. Abdul Muhaya, M.A.  Kamis ,13/06/13.
Beberapa mahasiswa yang antusias mengikuti acara tersebut, hingga memenuhi tempat yang disediakan, kurang lebih sekitar 100 peserta. di mulai pada pukul 12.00  WIB hingga selesai.
Peristiwa Isra Mi'raj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjid Haram ke Masjid Aqsha yang sangat dramatik dan fantastik. Meski terjadi dalam  sekejap, memori Rasulullah SAW berhasil menyalin pengalaman spiritual yang amat padat di sana. Mulai dari perjalanan horizontalnya (ke Masjid Aqsha) sampai perjalanan vertikalnya (ke Sidratil Muntaha). Pengalaman dan pemandangan dari langit pertama hingga langit ketujuh dan sampai ke puncak Sidratil Muntaha.
Mengapa di lakukan pada malam hari?Di dalam syair-syair sufistik orang bijak (hukama) lebih banyak menekankan makna anagogis kata lailah. Para sufi lebih banyak menghabiskan waktu malamnya untuk mendaki (taraqqi) menuju Tuhan. Mereka berterima kasih kepada lailah (malam) yang selalu menemani kesendirian mereka. Kata al-layali berarti keakraban dan kerinduan antara hamba dan Tuhannya.

QS Al-Isra; 01 mengartikan, makna anagogis, yang lebih menekankan aspek kekuatan spiritual ialah malam (the power of night).
Kekuatan emosional-spiritual malam hari yang dialami Rasulullah, dipicu oleh suasana sedih yang sangat mendalam, karena sang istri, Khadijah, dan sekaligus pelindungnya telah pergi untuk selama-lamanya. Rasulullah memanfaatkan suasana duka di malam hari sebagai kekuatan untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Kesedihan dan kepasrahan yang begitu memuncak membawa Rasulullah menembus batas-batas spiritual tertentu, bernama Sidratil Muntaha.
"Dan pada sebahagian malam hari shalat Tahajudlah kalian sebagai suatu ibadah tambahan bagi kalian: mudah-mudahan Tuhan kalian mengangkat kalian ke tempat yang terpuji. (QS al-Isra [17]: 79).

"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS al-Dzariyat [51]: 17).
Adapun, surah Al-Isra sering dijadikan sebagai simbol kecerdasan emosional, karena di dalamnya diceritakan pengaruh kematangan emosional dan prestasi puncak seorang hamba.

Keutamaan di malam hari, juga banyak membuat seseorang menjadi lebih sadar (insyaf) dari perbuatan yang di lakukan masa lalu. menumpahkan air mata tobat bagi para hamba. Menyadari akan kesalahannya.



RAPAT KERJA 2015 Sam Pho Kong

Pembukaan RAKER HMJ TP 2015

Ketua HMJ TP dan KAJUR TP memberi sepatah dua patah untuk semangat pengurus

Up-Greding bersama M. Kholiq, demisioner HMJ TP 2014

Devisi Pengkaderan memisah untuk mendiskusikan kerja setahunnya.
Foto bersama semua pengurus HMJ-TP 2015 setelah RAKER.


Devisi Pengkaderan

Devisi Ke-TP-an

Devisi Sosial Masyarakat

Pengurus Harian (PH)

Kegembiraan Para Pengurus

Rabu, 29 Januari 2014

Selamat & Sukses


Dari Himpunan Mahasiswa Jurusan
TASAWUF DAN PSIKOTERAPI FAK. USHULUDDIN IAIN WALISONGO
Mengucapkan:

"Selamat & Sukses Kepada Wisudawan Dan Wisudawati Keluarga TP"

 M. Sa'dullah | Zaenal Abidin | Zahrotuzzuhurin Nadwah | Khusnul Khotimah | Uswah Azizah | Arifin | Ahmad Safi'i | Dewi Nabila | Kurnia Widodo | Farrah Dwi Adilla | Nurrotun Ni'mah | Ayu Mardiana

Jumat, 14 Juni 2013

Ushuluddin Berdzikir





Ushuluddin Berdzikir

Dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj HJM Tasawuf dan Psikoterapi adakan "Ushuluddin Berdzikir" di Laboratorium FU Bersama Dr. H. Abdul Muhaya, M.A.  Kamis ,13/06/13.
Beberapa mahasiswa yang antusias mengikuti acara tersebut, hingga memenuhi tempat yang disediakan, kurang lebih sekitar 100 peserta. di mulai pada pukul 12.00  WIB hingga selesai.
Peristiwa Isra Mi'raj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjid Haram ke Masjid Aqsha yang sangat dramatik dan fantastik. Meski terjadi dalam  sekejap, memori Rasulullah SAW berhasil menyalin pengalaman spiritual yang amat padat di sana. Mulai dari perjalanan horizontalnya (ke Masjid Aqsha) sampai perjalanan vertikalnya (ke Sidratil Muntaha). Pengalaman dan pemandangan dari langit pertama hingga langit ketujuh dan sampai ke puncak Sidratil Muntaha.
Mengapa di lakukan pada malam hari?Di dalam syair-syair sufistik orang bijak (hukama) lebih banyak menekankan makna anagogis kata lailah. Para sufi lebih banyak menghabiskan waktu malamnya untuk mendaki (taraqqi) menuju Tuhan. Mereka berterima kasih kepada lailah (malam) yang selalu menemani kesendirian mereka. Kata al-layali berarti keakraban dan kerinduan antara hamba dan Tuhannya.

QS Al-Isra; 01 mengartikan, makna anagogis, yang lebih menekankan aspek kekuatan spiritual ialah malam (the power of night).
Kekuatan emosional-spiritual malam hari yang dialami Rasulullah, dipicu oleh suasana sedih yang sangat mendalam, karena sang istri, Khadijah, dan sekaligus pelindungnya telah pergi untuk selama-lamanya. Rasulullah memanfaatkan suasana duka di malam hari sebagai kekuatan untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Kesedihan dan kepasrahan yang begitu memuncak membawa Rasulullah menembus batas-batas spiritual tertentu, bernama Sidratil Muntaha.
"Dan pada sebahagian malam hari shalat Tahajudlah kalian sebagai suatu ibadah tambahan bagi kalian: mudah-mudahan Tuhan kalian mengangkat kalian ke tempat yang terpuji. (QS al-Isra [17]: 79).

"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS al-Dzariyat [51]: 17).
Adapun, surah Al-Isra sering dijadikan sebagai simbol kecerdasan emosional, karena di dalamnya diceritakan pengaruh kematangan emosional dan prestasi puncak seorang hamba.

Keutamaan di malam hari, juga banyak membuat seseorang menjadi lebih sadar (insyaf) dari perbuatan yang di lakukan masa lalu. menumpahkan air mata tobat bagi para hamba. Menyadari akan kesalahannya.



Senin, 06 Mei 2013









Sebagaimana kita tahu, Indonesia terletak diantara dua samudra dan dua benua. Menjadikan negara tersebut memiliki keanekaragaman suku dan budaya.Pembangunan di Indonesia sebenarnya sudah meningkat setiap tahunnya, namun sayangnya belum merata di setiap daerah. Salah satu penyelesaian yang mungkin dilakukan adalah, pembangunan dengan mengutamakan kearifan lokal dan kearifan budaya lokal.

Kearifan lokal harus dijaga dan dikembangkan bersama-sama. Pengembangan itu dilakukan dengan menjaga dan melestarikan budaya bangsa termasuk budaya Jawa.
Hal itu disampaikan Mustofa Bisri panggilan akrab Gus Mus, budayawan nasional saat mengisi acara seminar nasional bersama Gus Mus dengan tema 'Memperkokoh Kearifan Lokal Sebagai Pondasi Pembangunan Karakter Bangsa' di aula I kampus 1 IAIN, Minggu, (14/4).
"Upaya memperkokoh kerifan lokal bangsa, diantaranya kita harus bersama-sama nyengkuyung mengembangkan kearifan lokal. Menghidupkan kembali kearifan lokal dengan melestarikan budaya bangsa misalnya wayang kulit, budaya Jawa, dan budaya lain di Indonesia. Bagi masyarakat yang lupa terhadap kearifan lokal, ya perlu kita ingatkan," paparnya.

Dia menambahkan, kearifan lokal itu juga terkait dengan keseimbangan dunia dan akhirat, merasa cukup dan bersyukur terhadap pemberian Allah. Karena kearifan lokal itu memandang dunia, intinya memandang dunia itu apa?.
"Jangan menganggap dunia itu segalanya, itu menyalahi kearifan lokal. Kita juga tidak boleh melecehkan dunia bahwa dunia itu gak penting, tapi kita beri nilai berapa dunia itu. Keseimbangan nilai antara dunia dan akhirat itulah yang paling penting," tambahnya.

Gusmus mencontohkan, kenapa kita harus ngrampok uang rakyat kalo kita sudah punya uang banyak. Kenapa? Karena kita memandang dunia itu segalanya. Ini hal pokok yang perlu diperhatikan.
"Kita harus kembali ke kearifan lokal. Kita memandang dunia itu apa adanya, hanya ampiran, mampir ngombe saja, atau kalo agak lama mampir hotel, rodo suwe," ungkapnya.

Rabu, 13 Maret 2013

TEMU ALUMNI USHULUDDIN IAIN WALISONGO


Untuk menjaga tali silaturahmi, Fakultas Ushuluddin mengadakan:

"TEMU ALUMNI FAKULTAS USHULUDDIN IAIN WALISONGO"

besok pada 18 Mei 2013 di Kampus 2 Fakultas Ushuluddin

"BANGGA ALUMNI IAIN WALISONGO
LEBIH BANGGA ALUMNI FAKULTAS USHULUDDIN"


Info lebih lanjut: FU 024-760.1294


Minggu, 11 November 2012

Perjalanan Spiritual "east java 2012"


Buruan Daftar di
"PERJALANAN SPIRUTUAL 'EAST JAVA 2012"
Jum'at - Minggu, 16 - 18 November 2012


Kamis, 30 Agustus 2012

Dokumentasi Wisuda















Sabtu, 21 Juli 2012

Selamat Wisuda


Segenap kepengurusan HMJ TP (Himpunan Mahasiswa Jurusan Tasawuf Psikoterapi) Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Senior kita:

1.M. Mahbub Maulana, S. Psi.i
2.Endan Endrayani, S. Psi.i
3.Mustkhul, S. Psi.i
4.Aryo Permadi, S. Psi.i
5.Muttakin, S. Psi.i

atas diraihnya Gelar Sarjana di Bidang Islamic Studies (Tasawuf Psikoterapi),
dan kepada Dr. H. Hasyim Muhammad, M.Ag. atas diraihnya gelar Doktor dibidang Islamic Studies.
Dalam wisuda IAIN Walisongo pada Hari Rabu 18 April 2012 di Auditorium 2 IAIN Walisongo Semarang.

Jumat, 20 Juli 2012

Selamat Berpuasa


Sunyi tak berarti hilang.
Diam tak berarti lupa.
Jauh tak berarti putus.
Retak tak berarti pecah.

Semua insan tak terlepas dari kealpaan
mari kita sambut bulan yang penuh ampunan ini dengan hati yang bersih
saling memaafkan
Semoga Ramadhan kali ini membawa rahmat yang berlimpah bagi yang ikhlas menjalaninya

Kami dari Himpunan Mahasiswa Tasawuf Psikoterapi IAIN Walisongo Semarang, Mengucapkan:
"Selamat Menjalankan Ibadah Puasa"

Rabu, 02 Mei 2012

Undangan Tasawuf Treatment

assalamu'alaikum Wr. Wb.
mengharap kedatangan kawan-kawan mahasiswa tasawuf dan psikoterapi besok pada 
Hari : Kamis, 03 Mei 2012,
Pukul : 16.00 WIB,
Tempat : PKM Fakultas Ushuluddin Lantai 1,
Acara : "TASAWUF TREATMENT" oleh Devisi Pengkaderan HMJ TP.,
Mari kita bersama-sama menciptakan jiwa religius kita sbg mahasiswa tasawuf dan psikoterapi untuk memperkuat dan menambah keimanan kita.......


Sabtu, 21 April 2012

Biodata Lulusan Tasawuf Psikoterapi IAIN Walisongo



Rabu, 08 Februari 2012

Kalender Akademik IAIN Walisongo 2012

Kalender Akademik IAIN Walisongo Semarang

1. Pembayaran SPP dan Registrasi : 01-13 februari 2012
2. Masa permohonan cuti akademik : 01-13 februari 2012
3. Pengumuman jadwal kuliah : 14 februari 2012
4. Pengambilan FRS : 13-17 februari 2012
5. Perwalian FRS : 15-17 februari 2012
6. Pendaftaran Mata Kuliah : 20-22 februari 2012
7. Pembuatan KST : 23, 24, 27 februari 2012
8. Masa kuliah dan masa tes : 01 maret – 20 juli 2012
9. Tes tengah semester : 07 – 21 mei 2012
10. Tes akhir semester : 09 – 20 juli 2012
11. Yudisium atau pengambilan HSS : 06 – 08 agustus 2012
12. KKN Reguler : April – mei 2012
13. KKN non Reguler : Menyesuaikan
14. PPL / KKL : Menyesuaikan
15. Akhir Pendaftaran Munaqosah : 31 mei 2012
16. Akhir Munaqosah : 29 juni 2012
17. Wisuda ke- 61 : 28 juli 2012

Download Lengkapnya disini: kalender akademik 2012

Kamis, 02 Februari 2012

Klinik Tasawuf Psikoterapi

Klinik Tasawuf Psikoterapi adalah sebuah klinik terapi kesehatan yang menangani berbagai macam penyakit fisik maupun non fisik (Mental). Kalinik ini juga memberikan layanan pengobatan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Adapun macam-macam terapi yang kami lakukan sebagai berikut: Hypnoterapi, Psikoterapi, Electric Terapi, Bekam, Gurah Mata, SEFT, Reflexi, Prana, Ruqyah.

Secara berkala, kami juga mengadakan baksos terapi massal dan camping spiritual.

Bagi yang membutuhkan tenaga kami, bisa menghubungi ke Nabila [085 742 084 829] atau datang langsung ke Klinik kami, Gedung F lantai satu, Kampus 2 Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang.

Minggu, 29 Januari 2012

Pelantikan Pengurus HMJ TP 2012


Selasa, 24 Januari 2012, telah dilaksanakan pelantikan pengurus organisasi kampus, baik BEM, SMF, serta HMJ. Didalamnya HMJ TP [Tasawuh Psikoterapi] juga menjadi salah satu organisasi yang dilantik.

Pelantikan yang dihadiri oleh Nasihun Amin [Dekan Fakultas Ushuluddin] beserta jajarannya, berlangsung dengan hikmat. Acara yang terdiri dari pembacaan SK serta janji sumpah kepengurusan ini dilaksanakan di Ruang Sidang fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang.

“Alhamdulillah pelantikan sudah dilaksanakan, bersama pengurus-pengurus yang lain, BEM, SMF dan HMJ-HMJ yang lain. Jangan berfikir akan dapat apa, tapi apa yang akan anda berikan di HMJ, tetap semangat kawan-kawan, perjuangan sudah didepan mata” kata Nabila [Presiden HMJ TP 2012.

M. MUKSIN RAIH GELAR DOKTOR

M. Mukhsin mendapatkan gelar Doktor, setelah sebelumnya dinyatakan lulus dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana IAIN Walisongo di di kampus I, Senin (19/1).
Dalam desertasinya, dosen Fakultas Ushuluddin ini mengangkat tema „Dinamika Identitas an strategi adaptasi minoritas Syi’ah di Jepara“, ini memaparkan bahwa dengan mengamati sejumlah kegiatan yang dilakukan minoritas Syi'ah, maka terdapat beberapa stretagi yang dilakukan oleh minoritas Syi'ah di Jepara tersebut.
“Ada dua tipe strategi yaitu strategi reproduksi (reproduction strategies) dan stretagi penukaran kembali (reconversion strategies).” tegasnya.
Lebih lanjut Putra Dosen kelahitan Tegal, 15 Pebruari 1970 ini menjelaskan bahwa kehidupan minoritas Syiah di Jepara melakukan kombinasi kedua strategi tersebut. Stretagi reproduksi minoritas Syi'ah bisa dilihat dari upayanya untuk mempertahankan keseluruhan modal kultural (pengatahuan dan pemahaman keagamaan) yang berasal dari sejarah masa lalu dalam praktik sosial. Sedangkan strategi rekonversi dilakukan dengan upaya untuk menyesuaikan berbagai gerakan dalam konteks ruang sosial yang dinamis yang dihadapi oleh minoritas Syiah di Jepara. Dengan kata lain, minroitas Syi'ah di Jepara melakukan koservasi terhadap ajaran-ajaran Syi'ah, dan pada saat yang sama melakukan kontekstualisasi sesuai dengan situasi sosial kultural yang dihadapinya sebagai agen. Strategi-strategi tersebut oleh orang-orang Syi'ah di Jepara sebagai agen adalah untuk membedakan diri, mempertahankan posisi, memperbaiki posisi, atau untuk memperoleh posisi-posisi baru di dalam arena. Di dalam arena itulah, akan terjadi perjuangan atau pertarungan sosial yangterus menerus.
Minoritas Syi'ah di Jepara melakukan koservasi terhadap ajaran-ajaran Syi'ah di satu sisi, dan pada saat yang sama melakukan kontekstualisasi sesuai dengan situasi sosio-kultural yang dihadapinya sebagai agen.
Minoritas Syi'ah di Jepara juga menerapkan strategi-strategi lain, misalnya strategi investasi biologis, strategi pewarisan, strategi pendidikan, strategi investasi ekonomis dan strategi investasi simbolis. Penggunaan strategi-strategi tersebut merupakan posisi minoritas Syi'ah di Jepara sebagai agen, sehingga strategi tersebut bertujuan untuk mempertahankan posisi, memperbaiki posisi, membedakan diri atau untuk memperoleh posisi-posisi baru di dalam arena. Di dalam arena itulah terjadi perjuangan atau pertarungan sosial yangterus menerus. Perjuangan semacam itulah yang bisa dibaca dari ungkapan minoritas Syi'ah di Jepara berikut ini: kullu yaumin al-Syura wakullu ardin karbala (setiap hari adalah 'Asyura dan setiaptanah adalah Karbala).
Di depan para penguji dan promotor, diantaranya Prof. Dr H. Muhibbin, M.Ag, Dr. HM. Nafis, MA, Prof. Dr Mujahirin Thohir, Mukhsin mampu mempertahankan penelitiannya dan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan nilai 3,78.
Seuasai pelaksanaan ujian, Ketua lembaga penelitian IAIN Walsongo ini mendapat ucapan selamat dari Dewan penguji dan seluruh tamu undangan.

    PSIKOLOGI

    More on this category »

    SUFISME

    More on this category »

    AKTIVITAS

    More on this category »

    SERBA-SERBI

    More on this category »