PRINSIP GOD-OMNIPRESENCE
Pertama, manusia adalah satu-satunya makhluk yang ingin bepergian, karena manusia memiliki sifat tidak ingin terbatas. Manusia cenderung tidak mudah puas. Jika ia terlalu mudah puas, sifatnya lebih dekat dengan binatang. Sifat Maha Ada dari Tuhan menjadi dasar manusia dicipta menurut peta dan teladan Allah.
Pertama, manusia adalah satu-satunya makhluk yang ingin bepergian, karena manusia memiliki sifat tidak ingin terbatas. Manusia cenderung tidak mudah puas. Jika ia terlalu mudah puas, sifatnya lebih dekat dengan binatang. Sifat Maha Ada dari Tuhan menjadi dasar manusia dicipta menurut peta dan teladan Allah.
Kedua,
kita dicipta dengan kemampuan dasar untuk menelusuri sejarah dan untuk
mengharapkan hari depan. Ini merupakan hal yang begitu indah dan penting.
Manusia merupakan satu-satunya makhluk yang mungkin mempunyai dua arah ini.
Binatang-binatang tidak bisa belajar sejarah dan tidak bisa mengingat tradisi
nenek moyang mereka. Karena kita mempunyai kemungkinan mau mengerti, maka kita
menoleh ke belakang dan memandang ke depan. Itu menjadikan kita satu-satunya
makhluk yang melepaskan diri dari ikatan sekarang. Melepaskan diri dari tempat
yang mengikat adalah geographical bondage. Melepaskan
diri dari ikatan waktu adalah time bondage. Bondage
yang mengikat kita dalam waktu membuat kita tidak puas. Keinginan kita untuk
lepas dari bondage
ini kalau dikaitkan dengan kekekalan, ketidakterbatasan, akan membentuk suatu
unsur dasar dalam pembentukan konsep agama. Agama berada dalam suatu motivasi
melepaskan diri dari ikatan waktu dan tempat.
Ketiga,
manusia adalah satu-satunya makhluk yang mempunyai daya imajinasi. Imajinasi
berarti kita tidak hanya puas dengan yang ada, tetapi kita memikirkan sesuatu
yang belum pernah kita alami. Istilah imajinasi yang dipakai oleh psikologi
justru berdasarkan satu akar perkataan yang berarti image (gambar). Imagination
adalah suatu penerobosan karena merupakan kemungkinan kita melihat, memikirkan,
merenungkan, mempresuposisikan sesuatu yang tidak ada pada waktu itu. Justru
Allah adalah Allah yang Maha Ada maka waktu Allah menciptakan manusia menurut
peta dan teladan-Nya, manusia diberikan benih dan potensi ini, diberikan
kesanggupan dan potensial yang begitu besar.
A.
Sumber Suara Hati
Suara
hati manusia pada dasarnya bersifat universal, dengan catatan manusia tersebut
telah mencapai titik zero dan terbebas dari belenggu pikiran. Dan suara hati
manusia adalah kunci spiritual, karena ia adalah pancaran sifat-sifat ilahi.
Keinginan diperlakukan adil, keinginan hidup sejahtera, keinginan mengasihi dan
dikasihi adalah sifat-sifat dari Allah.
Sifat-sifat
yang sering tiba-tiba muncul dan dirasakan, bisa berupa larangan, peringatan,
atau sebaliknya: sebuah keinginan, bahkan bimbingan. Seringkali, dapat berupa
penyesalan apabila dorongan itu terlewatkan.
Maka
dari itu, sempatkan hati menyepi sejenak, berkomunikasi dengan Allah. Di
sudut-sudut doa dan di akhir shalat, sempatkan untuk melafazkan sifat-sifat
Allah. Perlahan-lahan di dasar hati, cobalah temukan getarannya.
Untuk
lebih menyederhanakan 99 sifat Allah yang terefleksikan pada God Spot (Core
Values), inilah 7 spiritual core values (nilai dasar ESQ) yang di ambil dari
asmaul husna yang harus dijunjung tinggi sebagai bentuk pengabdian manusia
kepada sifat Allah yang terletak pada pusat orbit (God Spot):
a.
Jujur,
adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al-Mukmin
b.
Tanggung
Jawab, adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat
Allah, Al Wakiil
c.
Disiplin,
adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al
Matiin
d.
Kerjasama,
adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al
Jaami’
e.
Adil,
adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al ‘Adl
f.
Visioner, adalah wujud
pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al Aakhir
g.
Peduli, adalah wujud
pengabdian manusia kepada sifat Allah, As Sami’ dan Al Bashir.
Ketujuh sifat inilah yang harus dijadikan values atau
‘nilai’, dimana akan memberikan ‘meaning’ atau nilai bagi yang
melaksanakannya.
B.
Membagun Mental
1.
Bijaksana
Pemahaman dan pemaknaan suara hati sebaiknya tidak dengan mengambil
sepotong atau sebagian sesuai selera pribadi saja, tidak pula dengan
mengabaikan sifat-sifat yang lain. Selain itu, pemahaman sifat-sifat Allah itu
juga mesti diawali dengan proses penjernihan hati menuju keadaan yang suci dan
bersih.
Segala keputusan yang akan diambil, jika dilandasi niat karena
Allah, maka didalamnya akan menemukan kebijaksanaan mulia dan kepercayaan diri.
Proses pengambilan keputusan ini adalah proses dinamis dimana dihadapkan pada
beragam dorongan suara hati. Maka, gunakanlah spiritual wisdom milik-Nya.
Beberapa contoh berpikir melingkar dan bersikap bijaksana dengan
menggunakan 99 Thinking Hat (Topi berpikir 99 Hati):
-
Dorongan
ingin berkuasa tidak berdiri sendiri, tetapi harus juga suci, bersiakap rahman
dan rahim, adil dan bijaksana.
-
Dorongan
ingin mencipta tidak berdiri sendiri, tetapi harus berhitung dan berilmu.
-
Dorongan
ingin sejahtera tidak berdiri sendiri, tetapi harus suci, pemurah, terpercaya
dan terhormat.
-
Dorongan
ingin mengasihi tidak berdiri sendiri, tetapi harus tegas, dan menjujung tinggi
kebenaran.
-
Dorongan
ingin mandiri tidak berdiri sendiri, tetapi harus terpercaya, kokoh, dan berani
memulai dengan sebuah langkah.
“kepunyaan Allah Timur dan Barat, maka, kemana pun kamu berpaling,
di sana wajah Allah…”
(QS
Al Baqarah 2:115)
2.
Integritas
Seseorang yang didorong oleh kebutuhan meraih prestasi, selalu
mencari jalan untuk menemukan sukses mereka. Bagi kebanyakan orang, mungkin
sukses yang dimaksud adalah uang, namun untuk peraih sukses, uang bagi mereka
tidaklah begitu penting disbanding pencapaian hasil kerja.
Seperti halnya Direktur Teknik dan Rekayasa Telkomsel, di saat
perusahaan tersebut mulai membangun jaringan telekomunikasi GSM. Dengan tetap
didukung karyawan militan yang rela berkorban tidak digaji sekalipun, akhirnya
telkomsel mampu membuktikan konsistensi perjuangannya dengan brand yang
melekat dihati masyarakat.
3.
Rasa
Aman
Berprinsip pada sesuatu yang abadi adalah jawaban atas
permasalahan. Konsep ini didukung oleh Stephen R Covey: “Rasa aman kita
berasal dari pengetahuan bahwa prinsip itu berbeda dengan pusat-pusat lainnya
yang didasari kepada orang atau sesuatu yang selalu dan seketika dapat berubah,
namun prinsip yang benar tidaklah berubah. Kita dapat memegang prinsip
tersebut. Prinsip tidak bereaksi terhadap apapun.” Prinsip itu kekal, tak
peduli apa pun yang terjadi. Dengan berprinsip pada sesuatu yang Kekal, kita
tidak akan goyah meski kehilangan harta, orang-orang kesayangan, kawan, dan
penghargaan, bahkan mengalami penyiksaan seperti yang dialami Bilal bin Rabah.
4.
Situasi
terus Berubah
Hanya dengan berpegang kepada Tuhanlah yang dapat menimbulkan rasa
tenang dan aman. Ketenangan akan menjernihkan pikiran. Pikiran yang jernih akan
mampu memunculkan inisiatif-inisiatif penting, sekaligus member kesiapan mental
untuk mengadapi perubahan yang selalu akan terjadi.
5.
Kepercayaan
Diri
Sebuah kepercayaan diri yang muncul dari dalam diri, sebuah
kepercayaan diri yang mampu melihat manusia sebagai seorang manusia, karena
memiliki prinsip kepada Yang Esa, Tuhan sebagai pusat kepercayaan dirinya.
Bila setiap orang mengetahui makna tauhid sebagai sumber kepercayaan
diri yang kokoh, niscaya mereka akan sangat percaya diri menghadapi tantangan
hidup apa pun. Kalimat Laa Ilaaha Illallah merupakan proklamasi
kemerdekaan martabat manusia yang nilainya jauh melebihi Declaration of
Human Rights, karena kemerdekaan itu lahir dari dalam diri.
Menurut John Fereira, konsultan dari Deloitte & Touche
Consulting, “Seseorang yang memiliki kepercayaan diri, disamping mampu untuk
mengendalikan serta menjaga keyakinan diri tersebut, akan mampu pula membuat
perubahan di lingkungannya. Disamping keahlian teknis, ‘sang katalisator’
perubahan memerlukan sejumlah kecakapan emosi lainnya.”
“Sebuah kepercayaan diri dan keberanian tinggi pada akahirnya
menimbulkan kepercayaan dari orang lain”
6.
Intuisi
Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa
melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu
tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Misalnya saja,
seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, di dalam
buku itu ditemukan keterangan yang dicari-carinya selama bertahun-tahun. Atau
misalnya, merasa bahwa ia harus pergi ke sebuah tempat, ternyata di sana ia
menemukan penemuan besar yang mengubah hidupnya. Namun tidak semua intuisi
berasal dari kekuatan psi. Sebagian intuisi bisa dijelaskan sebab musababnya.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berada dalam
jajaran puncak bisnis atau kaum eksekutif memiliki skor lebih baik dalam
eksperimen uji indera keenam dibandingkan dengan orang-orang biasa. Penelitian
itu sepertinya menegaskan bahwa orang-orang sukses lebih banyak menerapkan
kekuatan psi dalam kehidupan keseharian mereka, hal mana menunjang kesuksesan
mereka. Salah satu bentuk kemampuan psi yang sering muncul adalah kemampuan
intuisi. Tidak jarang, intuisi yang menentukan keputusan yang mereka ambil.
7.
Sumber
Motivasi
Matahari, bulan dan bintang-bintang adalah ciptaan Tuhan yang luar
biasa. Kebesaran, keagungan, dan kesempurnaan-Nya terlihat begitu nyata pada
ciptaan-Nya. Tuhan Sang Pencipta itu pula yang menciptakan manusia, dan Ia
tidak ingin ciptaan-Nya menjadi hina. Maka, Ia ciptakan manusia dengan sempurna
agar manusia yang menjadi wakil-Nya di dunia itu juga menjadi mulia. Maka,
diciptakan-Nya sifat-sifat indah dan mulia ke dalam diri manusia, yang menjadi
modal dasar keberhasilan dan kemuliaan. Maka, gunakanlah energy tersebut
sebagai dorongan suara-suara hati.
Bercita-citalah besar dan berpikirlah maju. Manusia tidak
diciptakan untuk menjadi orang kalah, namun sebagai wakil Allah di bumi untuk
memberikan kemajuan dan kesejahteraan. Sehingga, setiap langkah yang diperbuat,
haruslah merupakan langkah-langkah kemenangan.
Apabila telah disadari bahwa manusia memiliki sifat-sifat yang
diturunkan oleh Allah tersebut, maka ubahlah energy suara hati itu menjadi
kekuatan sekaligus motivasi yang dahsyat. Dengan kekuatan yang berlandaskan
pada iman tersebut, akan tercipta eksistensi manusia yang bernilai tinggi. Iman
yang telah mengetuk kasadaran jati diri sebagai hamba sekaligus khalifah Allah
itu tak pernah membiarkan waktu berlalu tanpa arti. Dunia adalah asset, amanah,
sekaligus ujian yang penuh tantangan menggairahkan bagi diri setiap mukmin.
Dunia adalah wujud pembuktian kualitas diri manusia.
Kekuatan pikiran bawah sadar atau sugesti adalah energy dahsyat
yang juga berguna sebagai pilot dalam diri kita. Pergunakan energy itu melalui
pemograman diri dengan mengingat Kebesaran Allah. Isi sanubari setiap orang
menyebut “Maha Besar Allah” setiap waktu. Kekuatan energy ini akan mengalir dan
membakar semangat.
Suara
hati manusia adalah kunci spiritual, karena ia adalah pancaran sifat-sifat
ilahi. Keinginan diperlakukan adil, keinginan hidup sejahtera, keinginan
mengasihi dan dikasihi adalah sifat-sifat dari Allah. Dan pada dasarnya
bersifat universal apabila mencapai titik nol.
Maka
dari itu, suara hati adalah dasar sumber segala kekuatan manusia yang amat
sangat dahsyat. Sehingga muncul sifat Jujur, Tanggung Jawab, Disiplin, Gotong
Royong, Adil, Visioner, dan Peduli.
Dan
sumber suara hati membangun mental manusia, utamanya dalam bijaksana dalam
mengambil keputusan, mempunyai integritas yang tinggi, selalu merasa aman,
perasaan tenang, Kepercayaan diri yang tinggi, mempunyai kepekaan dan motivasi
yang tinggi dalam mengahadapi ujian di bumi dan juga sebagai wakil Allah di
bumi.
Sumber:
Agustian, Ary Ginanjar, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ Emotional Spiritual Quotient, Jakarta: Arga, 2001.





0 komentar:
Posting Komentar